Batu – Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, SMP Al Hikmah Islamic International Boarding School (IIBS) Batu kembali menggelar rangkaian Pembinaan Guru Awal Semester. Kali ini, pembinaan menghadirkan Kepala Litbang YLPI Al Hikmah, Endah Yuliani, S.Si., dengan materi bertajuk Eco Green School, sebagai upaya menguatkan peran guru dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
Dalam pemaparannya, Endah Yuliani menjelaskan bahwa pendidikan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu menyiapkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap berbagai tantangan global. Guru menjadi aktor utama dalam menanamkan kesadaran tersebut melalui pembelajaran maupun pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau memaparkan berbagai isu yang diprediksi akan dihadapi generasi masa depan, di antaranya perubahan iklim (SDGs 13), krisis energi (SDGs 7), ketahanan pangan (SDGs 2), krisis air bersih (SDGs 6), pengelolaan sampah dan konsumsi berkelanjutan (SDGs 12), serta ancaman terhadap ekosistem laut dan daratan (SDGs 14 dan 15). Tantangan tersebut menjadi alasan mengapa pendidikan lingkungan perlu dimulai sejak usia sekolah.
Namun demikian, pendidikan lingkungan bukan sekadar memberikan pengetahuan mengenai isu-isu global. Menurut Endah, yang jauh lebih penting adalah membentuk kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten hingga menjadi karakter peserta didik.
Melalui pembiasaan tersebut, guru diharapkan mampu menjadi teladan dalam menanamkan perilaku ramah lingkungan kepada siswa, seperti membuang sampah pada tempatnya, menyiram dan merawat tanaman, menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, listrik, kertas, dan makanan, membawa botol minum sendiri, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga fasilitas sekolah sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Pendekatan ini sejalan dengan visi SMP Al Hikmah IIBS Batu yang memandang pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui budaya sekolah yang dibangun setiap hari. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap sesama manusia dan alam.
Melalui pembinaan ini, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Eco Green School ke dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sekolah sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan lingkungan tidak berhenti sebagai materi pelajaran, tetapi menjadi budaya yang hidup dan diwariskan kepada setiap generasi.