Batu, 6 Mei 2026.
Seorang manusia tentunya memiliki ragam permasalahan yang berbeda. Ragam tuntutan hidup serta peran yang tidak sama, bahkan mungkin keinginan yang tidak serupa. Beberapa dari mereka menabung untuk hari tuanya, memulai bisnis baru untuk mengisi kesibukannya, bahkan mungkin berencana menjalani slow living jika sudah tidak lagi bekerja nantinya.
Dari banyaknya keinginan dan tuntutan yang harus dijalani, semua manusia memiliki hal yang sama yaitu waktu. Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa bisa tidaknya seseorang mencapai sebuah kesuksesan kembali lagi pada bagaimana seseorang memanfaatkan waktu secara efektif.
Di kampus SMP Al Hikmah Boarding pada hari ini diadakan pelatihan 7 habits sesi ke-3 yaitu, Put First Thing First. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana menentukan prioritas dan mencapai tujuan utama yang diinginkan.
Dalam presentasinya, Ust. Marko Wibisono memberikan tantangan kepada peserta untuk memasukkan batu besar, batu taman, kerikil, dan, pasir ke dalam sebuah wadah plastik. Wadah yang berisi keempat benda tersebut kemudian ditimbang. Peserta yang paling berat timbangannya dinyatakan sebagai pemenang.
Batu besar, batu taman, kerikil, dan pasir adalah analogi dari permasalahan dan tujuan hidup manusia. Batu besar merupakan aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan besar. Batu taman adalah aktivitas yang harus dikerjakan segera. Kerikil mewakili aktivitas yang darurat dan tidak penting. Sementara batu pasir adalah aktifitas yang tidak penting dan tidak darurat.
Seorang guru misalnya, batu besar yang darurat dan penting adalah bagaimana membuat materi pembelajaran yang menarik dan interaktif, meningkatkan perhatian kepada peserta didik, dan menjadi guru yang professional. Batu taman yang dimaksud adalah menjadwalkan kegiatan pembelajaran, menilai pekerjaan siswa, dan membuat refleksi pembelajaran. Kerikil adalah analogi darurat tapi tidak penting seperti menjawab pesan singkat, sedangkan pasir adalah aktivitas yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan tugas mengajar.
Analogi batu besar adalah sebuah simulasi prioritas dimana seseorang seharusnya mendahulukan aktivitas untuk mencapai tujuan besarnya. Analogi ini juga mengajarkan bagaimana seharusnya waktu dimanfaatkan dan tidak terbuang percuma dengan cara mengikis habis kerikil dan pasir yang ada. Pada akhirnya, kegiatan dan aktifitas yang dilakukan sehari-hari adalah keseluruhan aktifitas yang terukur dan terarah untuk mencapai sebuah tujuan hidup.