(27 Jun 2026 | 16:03)

Self-Managed Learning: Membangun Self-Leadership Sejak SMP

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, keberhasilan seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Berbagai kajian, termasuk yang dipublikasikan oleh McKinsey & Company (2021), menunjukkan bahwa keterampilan masa depan (future skills) sangat dipengaruhi oleh kemampuan self-leadership, yaitu kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

Self-leadership mencakup berbagai kompetensi penting, seperti self-awareness, self-control and regulation, understanding own strengths, achievement orientation, ownership and decisiveness, hingga time management and prioritization. Seluruh kemampuan tersebut tidak muncul secara instan, tetapi harus dibangun melalui latihan yang konsisten sejak usia sekolah.

Inilah yang menjadi landasan diterapkannya Self-Managed Learning di SMP Al Hikmah Islamic International Boarding School (IIBS) Batu.

Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima instruksi dari guru. Mereka dilatih untuk menjadi subjek utama dalam proses belajarnya. Siswa belajar merencanakan aktivitas, menetapkan target, mengatur waktu, menentukan prioritas, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki strategi ketika belum berhasil.

Salah satu implementasinya adalah melalui penjadwalan harian. Setiap siswa menyusun rencana kegiatan untuk hari berikutnya, mulai dari target akademik, murojaah Al-Qur'an, penyelesaian tugas, kegiatan organisasi, aktivitas asrama, hingga waktu istirahat. Penjadwalan ini bukan sekadar mengisi agenda, tetapi menjadi latihan mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab.

Ketika seorang siswa memutuskan untuk mendahulukan belajar sebelum bermain, mengatur waktu murojaah sebelum tidur, atau mengevaluasi jadwal yang belum berjalan sesuai rencana, sesungguhnya ia sedang membangun self-management skills. Ia belajar mengendalikan dirinya, memahami prioritas, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Pendekatan ini juga diterapkan secara menyeluruh di lingkungan boarding school. Pendidikan tidak berhenti ketika jam pelajaran selesai. Kehidupan di asrama menjadi laboratorium nyata bagi siswa untuk melatih disiplin, konsistensi, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola diri dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

Bagi SMP Al Hikmah IIBS Batu, tujuan akhir Self-Managed Learning bukan sekadar menghasilkan siswa yang mandiri dalam belajar. Lebih dari itu, pendekatan ini bertujuan membentuk generasi yang memiliki self-leadership—mampu mengenali potensi dirinya, mengendalikan perilakunya, mengambil keputusan dengan bijak, mengelola waktu secara efektif, dan bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan. Inilah bekal yang akan tetap relevan, baik ketika melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjalani kehidupan sebagai seorang muslim yang bermanfaat bagi masyarakat.